Kamis, 15 Agustus 2013

Satu Ayat yang Diulang-ulang Sampai Shubuh

Pernah Rasulullah shallallaahu 'alayhi wasallam mengulang-ulang satu ayat dalam shalat Lail sampai tiba waktu shubuh, yaitu ayat 118 Qs. 5, lalu ruku', sujud, dan berdoa.

Ayat tersebut:

 إن تعذيبهم فإنهم عبادك و إن تغفرلهم فإنك أنت العزيز الحكيم
In tu'adz-dzibhum fa innahum 'ibaaduka wa in taghfirlahum fa imbalan antarlembaga 'aziizul khakiim.
Jika Engkau menyiksa mereka maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Transliterasi dan makna per kata:
In = jika. 
Tu'adz-dzib = Engkau menyiksa.
Hum = mereka.
Fa = maka.
Inna = sesunguhnya.
Hum = mereka.
'Ibaadu = hamba-hamba.
Ka = Engkau.
Wa = dan.
In = jika.
Taghfir = Engkau memaafkan.
La = kepada.
Hum = mereka.
Fa = maka.
Inna = sesungguhnya.
Ka = Engkau.
Anta = Engkau lah.
Al-'aziiz = Yang Maha Perkasa.
Al-khakiim = Yang Maha Bijaksana.

Ketika tiba waktu shubuh Abu Dzar berkata:
Wahai Rasulullah, engkau semalam hanya membaca satu ayat berulang-ulang sampai Shubuh, lalu Engkau ruku', sujud, dan berdoa, padahal Allah telah mengajarkan kepadamu seluruh Al-Quran. Apakah kalau sebagian diantara kami melakukan seperti yang Tuan lakukan, kami juga akan mendapatkan seperti itu? 

Sabdanya:
Sesungguhnya aku mmmohon kepada Tuhanku Yang Mahaperkasa dan Mahamulia syafa'at untuk umatku, lalu permintaanku dikabulkan. Syafa'at itu insya Allah akan diperoleh oleh orang-orang yang tidak menyekutukan Allah sedikitpun.

(HR Nasa'i, Ibnu Khuzaimah, Ahmad, Ibnu Nashr, dan Hakim, disahkan oleh Hakim dan disepakati Dzahabi)

Bagaimana kami tidak mencintaimu ya Rasulullah? 
Begitu besar perhatian dan kasih sayangmu kepada kami.

اللهم صلي على محمد و على الي محمد

Tidak ada komentar:

Posting Komentar