Sabtu, 17 Agustus 2013

Menggerakkan Jari Telunjuk

Nabi shallallaahu 'alayhi wasallam (saat duduk tasyahhud) meletakkan telapak tangan kirinya di atas lutut kirinya dengan mengembang, tetapi beliau menggenggam semua jari tangan kanannya dan mengacungkan telunjuknya ke kiblat dan mengarahkan pandangan mata ke telunjuknya.
(HR Muslim, Abu 'Awanah, dan Ibnu Khuzaimah. Humaidi dalam Musnadnya (131/1) dan Abu Ya'la mmmberikan tambahan dengan sanad shahih dari Ibnu Umar: Menggerakkan telunjuk ini sebagai pengusir setan. Seseorang tidak akan menjadi lupa selama dia menggerakkan telunjuknya.

Ketika Beliau mengacungkan telunjuknya, ibu jarinya memegang jari tengah.
(HR Muslim dan Abu 'Awanah)

Nabi shallallaahu 'alayhi wwasallam menggerak-gerakkan jari telunjuknya sambil membaca doa.
(HR Abu Dawud, Nasa'i, Ibnu Harus dalam Al-Muntaqa (208), Ibnu Khuzaimah (1/86/1-2), Ibnu Hibban dalam Shahihnya (485) dengan sanad shahih, disahkan oleh Ibnu Mulaqqan (28/2))

Beliau bersabda:
(Gerakan jari telunjuk ini) lebih keras (dirasakan) setan daripada (pukulan) besi.
HR Ahmad, Bazzar, Abu Ja'far, Bukhtari, dalam Al-'Amali (60/1), Thabarani dalam Ad-Du'a halaman (73/1), 'Abdul Ghani Al-Muqaddasi dalam As-Sunan (12/2) dengan sanad hasan (12/2) dengan sanad hasan dan Rauyani dalam Musnadnya (249/2) dan Baihaqi.

Nabi melakukan perbuatan ini dalam dua tasyahhudnya (tasyahhud awal dan tasyahhud akhir).
HR Nasa'i dan Baihaqi dengan sanad shahih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar