Kamis, 15 Agustus 2013

Jauh Lebih Lama dari Waktu Tempuh Mudik Lebaran

Silaturahim mudik lebaran kali ini waktu tempuh totalnya 45 jam. Jakarta-Semarang 22 jam plus baliknya Semarang-Jakarta 23 jam. Belum lagi ada acara ke Surabaya, sowan Bulik Har dan ziarah ke makam suami beliau, Masduki Didjaja, om saya yang saya hormati. Ditambah acara lain-lain untuk membahagiakan keluarga, merasakan pengalaman menghirup udara pulau Madura, termasuk pengalaman melewati jembatan yang saat ini masih menjadi jembatan terpanjang di negeri ini.

Kalau grand total waktunya, ya sekitar semingguan. Tapi yang jelas tidak sampai sebulan, apa-lagi setahun.

Tak pernah terbayangkan bahwa perjalanan yang sekitar seminggu itu terasa panas, dan tetap masih terasa panas walaupun tidak ada kerusakan AC mobil. Sekarang justru saya membayangkan, enak juga ya, kalo kita dinaungi keteduhan selama kita berkendara, tidak peduli seberapa jauh jarak tempuhnya.

Malam ini, kubuka lembaran Shahih Muslim, dan kutemukan berita tentang salah satu kenikmatan surga yang terkait dengan bayangan keteduhan tadi.

Dari Sahl bin Sa'ad radhiyallaahu 'anhu katanya, "Rasulullah shallallaahu 'alayhi wasallam menerangkan bahwa dalam surga itu ada sebatang pohon yang luas naungnya tidak terlewati oleh orang berkendaraan dalam tempo seratus tahun."

Semoga Allah mengizinkan hamba-Nya yang hina ini untuk kelak berjumpa dengan pohon ini. Aamiin.

سبحانك اللهم و بحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك و اتوب اليك 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar