Kamis, 08 Februari 2018

Ikhlas

Salah satu ciri ikhlas itu, mau dinilai orang, menerima penilaian itu dengan sepenuh hati, tanpa memandang diri kita dinilai baik atau masih kurang baik.

Bagaimana kalau penilaian itu berdampak terhadap pemasukan (uang) kita? Misalnya kinerja yang luar biasa dapat bonus satu kali gaji dan kinerja yang sekedar memenuhi kewajiban saja dapat bonus separo gaji, lalu kita sampai jam 11 atau 12 malam di rumah masih kerja dan bangun jam 3 atau 4 pagi sudah kerja lagi lantas dinilai bahkan belum memenuhi syarat?

Tetap diterima! Yang penting, kita belajar dan mau berubah. Kita tahu mana area for improvement kita. Lalu kita melakukan perbaikan-perbaikan.

Seandainya pun penilaian itu salah sehingga kita sesungguhnya terzalimi, yang seharusnya dapat bonus satu bulan gaji terus jadinya cuma separonya aja, no problem. Orang beriman orientasinya bukan cuma dunia. Pembalasan yang sempurna pasti datang. Bisa jadi dilunasinya tidak harus di akhirat, tapi beberapa tahun, atau bahkan bulan, setelah kejadian itu. Rejeki dari-Nya, tidak akan pernah tertukar.

Jadi, ayo tunjukkan great effort. Give HIM a good show. Hasilnya, pasti kita dapat. Pasti. Pasti. Pasti dapat. Kapan dapatnya? Bukan urusan kita. Itu urusan dari Yang Maha Mengatur Segalanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar