Rabu, 21 Februari 2018

What is the point?

Penguasaan terhadap materi Procurement Academy menjadi lebih kuat dengan membuat ringkasan, terutama untuk orang yang preferensi belajarnya adalah menulis, atau membuat ringkasan.

Padatnya materi untuk dipelajari membuat kadangkala proses meringkas menjadi mekanistis. Dan di suatu titik, "meringkas" berubah menjadi "menulis ulang semuanya".

Ketika situasi ini terjadi, yang dibutuhkan adalah berhenti sejenak, dan bertanya, "What is the point?" Poinnya apa? Kalo tidak ada poin pentingnya, ya lewati aja. Belajar bukan aktivitas basa-basi. Peduli dengan kebutuhan untuk menguasai "poin-poin penting", membuat proses belajar menjadi jauh lebih efektif.

Oh ya, tambahkan bumbu kreativitas secukupnya ke dalam tulisan ringkasanmu, karena hal itu bisa membuatmu semakin excited dan mempertajam penguasaan materi. Misalnya, dengan menggunakan kata-katamu sendiri.

Jumat, 16 Februari 2018

Sikap Tenang

Contoh 1

وَ عِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِينَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَ إِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا (٦٣)

"Adapun hamba-hamba Rabb Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan 'salam'." (QS Al-Furqan: 63)

Contoh 2

وَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلى الله عليه وسلم يَقُولُ: إِذَا أُقِيْمَتِ الصَّلَاةُ، فَلَا تَأْتُوْهَا وَ اَنْتُمْ تَسْعَوْنَ، وَ أْتُوْهَا وَ اَنْتُمْ تَمْشُوْنَ، وَ عَلَيْكُمُ السَّكِيْنَةُ، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوْا، وَ مَ فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوْا. (متفق عليه)

Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Jika shalat telah didirikan maka janganlah kalian mendatanginya dengan terburu-buru, tetapi datangilah dengan penuh ketenangan. (Gerakan) apapun yang kalian dapatkan kerjakanlah, dan apa yang (tertinggal) sempurnakanlah (shalat itu)." (Muttafaq 'alaih)

Contoh 3

وَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِي الله عنه أَنَّهُ دَفَعَ مَعَ النَّبِيِّ صَلى الله عليه وسلم يَوْمَ عَرَفَةَ فَسَمِعَ النَّبِيُّ صَلى الله عليه وسلم وَرَاءَهُ زَجْرًا شَدِيدًا وَ ضَرْبًا وَ صَوْتًا لِلْإِبِلِ، فَأَشَارَ بِسَوْطِهِ إِلَيْهِمْ وَ قَالَ:

Singgah di Suatu Tempat

Dari Khaulah binti Hakim RA ia berkata: "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: 'Barangsiapa yang singgah di suatu tempat kemudian mengucapkan: Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan, niscaya tidak akan terkena mudharat oleh sesuatu pun sampai ia pergi dari tempat singgahnya tersebut.'" (HR Muslim)

عَنْ خَوْلَةَ بِنْتِ حَكِيْمٍ رَضِي الله عنهَا قَلَتْ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا ثُمَّ قَلَ: أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللّٰهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذٰلِكَ. (رواه مسلم)

Merasa Takut Kepada Suatu Kaum

Dari Abu Musa al-Asy'ari RA bahwa Rasulullah SAW apabila merasa takut kepada suatu kaum beliau berdo'a: "Ya Allah, kami menjadikan Engkau sebagai penghalau mereka (dari kami), dan kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka." (HR Abu Dawud dan an-Nasa-i dengan sanad shahih)

عَنْ أَبِي مُوْسَى الْأَشْعَرِيِّ رَضِي الله عنه أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا خَافَ قَوْمًا قَالَ:

اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَجْعَلكَ فِيْ نُحُوْرِهِمْ، وَ نَعُوْذُبِكَ مِنْ شُرُوْرِهٕمْ.

(رواه أبو داود، و النساءي بإسناد صحيح)

Amal yang Tak Terputus

Dunia adalah ladang amal. Kita bisa manfaatkan sebelum ajal memanggil. Ketika saatnya tiba, kematian yang pasti terjadi, maka kita sudah tidak punya kesempatan lagi untuk menambah amalan kita, kecuali tiga hal.

وَ عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِي الله عنه أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلى الله عليه و سلم قَالَ:((إِذَا مَاتَ الْاِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ؛ اَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ؛ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْلَهُ)). (رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Apabila seorang manusia meninggal dunia, terputuslah amalannya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya." (HR Muslim)

Sabtu, 10 Februari 2018

Lima Tingkatan Inisiatif

Pertama, ini tingkatan terendah: tunggu perintah.
Kedua, satu tingkat lebih tinggi: nanya ke bos harus ngapain.
Ketiga: kasih rekomendasi, lalu ambil tindakan.
Keempat: ambil tindakan dan kasih info setiap kali ambil tindakan.
Kelima: level tertinggi, ambil tindakan, ambil tindakan, ambil tindakan, lagi dan lagi, lalu bikin laporan secara berkala.

Naskah asli:
The Anatomy of Managerial Initiative:
1. Wait until told
2. Ask what to do
3. Recommend, then take resulting action
4. Act, but advise at once
5. Act on own, then routinely report (highest initiative)
Dalam "Who's Got the Monkey?"
Oleh William Oncken, Jr., dan Donald L. Wass
William Oncken, Jr., mendirikan perusahaannya sendiri, the William Oncken Corporation, pada tahun 1960 di New York City
Donald L. Wass, Ph.D., adalah Presiden dari the William Oncken Company of Texas saat artikel di atas pertama kali muncul.

Kamis, 08 Februari 2018

Belajar dari Pengalaman Orang Lain

Pak Yudi beli kacamata lewat Shopee, harga yang biasanya 400 ribu, di sini cuma 100 ribu.
Pak Supriyadi beli projector mini,  harga yang seharusnya 2 juta, lewat Shopee cuma 650 ribu.
Dua-duanya ternyata tidak puas, karena menerima barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan.
Pak Yudi mengembalikan barangnya, dan mendapatkan uangnya kembali.
Pak Supri kecewa saja.

Ini bukan untuk mendukung atau sebaliknya, memojokkan, Shopee. Not an advertisement nor a black campaign. Ini adalah cerita saja, apa adanya, sesuai yang terjadi sesungguhnya.

Mungkin ada orang yang mau jualan dengan cara yang kurang ethical. Mungkin juga ada ketidaksengajaan. Mungkin ada yang sekedar mencoba peruntungannya melalui Shopee.

Yang penting, tetap waspada dan berhati-hati.

Ikhlas

Salah satu ciri ikhlas itu, mau dinilai orang, menerima penilaian itu dengan sepenuh hati, tanpa memandang diri kita dinilai baik atau masih kurang baik.

Bagaimana kalau penilaian itu berdampak terhadap pemasukan (uang) kita? Misalnya kinerja yang luar biasa dapat bonus satu kali gaji dan kinerja yang sekedar memenuhi kewajiban saja dapat bonus separo gaji, lalu kita sampai jam 11 atau 12 malam di rumah masih kerja dan bangun jam 3 atau 4 pagi sudah kerja lagi lantas dinilai bahkan belum memenuhi syarat?

Tetap diterima! Yang penting, kita belajar dan mau berubah. Kita tahu mana area for improvement kita. Lalu kita melakukan perbaikan-perbaikan.

Seandainya pun penilaian itu salah sehingga kita sesungguhnya terzalimi, yang seharusnya dapat bonus satu bulan gaji terus jadinya cuma separonya aja, no problem. Orang beriman orientasinya bukan cuma dunia. Pembalasan yang sempurna pasti datang. Bisa jadi dilunasinya tidak harus di akhirat, tapi beberapa tahun, atau bahkan bulan, setelah kejadian itu. Rejeki dari-Nya, tidak akan pernah tertukar.

Jadi, ayo tunjukkan great effort. Give HIM a good show. Hasilnya, pasti kita dapat. Pasti. Pasti. Pasti dapat. Kapan dapatnya? Bukan urusan kita. Itu urusan dari Yang Maha Mengatur Segalanya.